Kegiatan Pelayanan di Panti

  1. Memberikan pelayanan kebutuhan dasar bagi lanjut usia, yang meliputi :
    1. Pangan (sesuai standar gizi lanjut usia, 3 kali sehari);
    2. Sandang (pakaian sehari-hari);
    3. Papan (tempat tinggal / wisma);
    4. Pelayanan kesehatan klien / lanjut usia;
  2.  Memberikan bimbingan sosial, psikososial, bimbingan jasmani dan rohani / keagamaan;
  3. Peningkatan keterampilan lanjut usia;
  4. Pemeliharaan kebersihan lanjut usia dan lingkungan wisma;
  5. Rekreasi (dilakukan secara insidental dan disesuaikan dengan ketersediaan dana dan kondisi kesehatan lanjut usia);
  6. Aksesibilitas terhadap sistem sumber sebagai rujukan untuk pelayanan yang lebih intensif;
  7. Praktek lapangan bagi Pelajar / Mahasiswa khususnya di bidang kesehatan, sebagai salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat.

Persyaratan untuk mendapatkan pelayanan dalam Panti

  1. Calon klien harus lolos survey awal;
  2. Terlantar / berasal dari keluarga kurang mampu (karena faktor ekonomi);
  3. Memiliki Kartu Jaminan Kesehatan (PBI);
  4. Usia minimal 60 tahun;
  5. Tidak menderita penyakit menular / berbahaya (sehat jasmani dan rohani);
  6. Dapat melayani diri sendiri (mandiri);
  7. Bersedia mentaati peraturan dalam Panti;
  8. Selama proses rehabilitasi klien memiliki keluarga / pihak yang bertanggung jawab;
  9. Fotocopy KTP / KK dan Surat Keterangan dari RT / RW setempat;
  10. Surat Keterangan Sehat dari Dokter / Puskesmas / Klinik;
  11. Surat Pengantar dari Dinas Sosial Kabupaten / Kota setempat;
  12. Pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar.

Tata Tertib Panti

Hak Penghuni Panti :

  1. Mendapat fasilitas penginapan;
  2. Mendapat fasilitas kesehatan (tenaga kesehatan);
  3. Mendapat fasilitas kegiatan keterampilan / bimbingan rohani;
  4. Mendapat fasilitas olahraga (senam);
  5. Makan minum 3 x sehari dan snack.

 

Kewajiban Penghuni Panti :

  1. Mematuhi semua aturan yang berlaku dalam Panti;
  2. Mengikuti kegiatan kerohanian dan olahraga sesuai jadwal;
  3. Menjaga kebersihan diri (mandi pagi dan sore hari);
  4. Merapikan tempat tidur / kamar (bagi yang masih kuat).

 

Larangan :

  1. Tidak menggunakan Narkoba;
  2. Tidak merokok;
  3. Tidak membawa senjata tajam;
  4. Tidak keluar / keluyuran di luar Panti (kecuali dibawa Petugas / keluarga);
  5. Tidak membuat keributan dalam Panti.

Sanksi / hukuman untuk penghuni Panti

Apabila TIDAK MEMATUHI semua ATURAN yang telah diberlakukan di dalam Panti, maka penghuni akan DIKELUARKAN dari Panti.

Sanksi / hukuman untuk anggota keluarga :

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Pasal 9 bahwa :

    1. Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkungan rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian dia wajib memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut;
    2. Penelantaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan / atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut;
  1. Pasal 49 bahwa dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah), setiap orang yang :
    1. Menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah tangganya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1);
    2. Menelantarkan orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2).

Prosedur administrasi yang harus dilengkapi

  1. Laporan ke Dinas Sosial setempat;
  2. Dinas Sosial Kabupaten / Kota setempat memverifikasi laporan hasil laporan masyarakat dan berkoordinasi dengan Dinas terkait dan jika memenuhi ketentuan hasil verifikasi;
  3. Melaporkan hasil verifikasi kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat dan mengajukan permohonan agar calon klien dapat direhabilitasi di Panti;
  4. Surat Keterangan RT yang menyatakan calon klien tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu dan diketahui oleh Kepala Desa;
  5. Mengisi form pernyataan bertanggung jawab terhadap klien yang disediakan pihak Panti;
  6. Fotocopy Kartu Identitas penanggung jawab dan / atau fotocopy Kartu Identitas calon klien;
  7. Mencantumkan nomor kontak pihak penanggung jawab;
  8. Diterima / tidaknya calon klien juga dilihat dari ketersediaan kamar tempat tinggal klien di Panti.