Sat. Jan 25th, 2020

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat Raih Penghargaan Pelaporan Kinerja Ditjen PFM

Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pelaporan kinerja tepat waktu dan akuntabel. Hal ini diyakini akan mudah dicapai seiring penggunaan informasi teknologi (IT).

Hal itu disampaikan Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung saat menutup Rapat Koordinasi Pelaporan Pusat dan Daerah II Optimalisasi Koordinasi dan Sinergi Kerja Pelaporan Pusat dan Daerah untuk Capaian Kinerja PFM yang Berkualitas, di Palembang, Jumat, 22 November 2019.

“Dibarengi upaya pelaporan dengan baik, penggunaan IT, tepat waktu, dan akuntabel. Dengan demikian Kemensos akan cepat melaporkan kepada Kemenpan RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi),” ucap Dirjen PFM Andi.

Dalam penyusunan pelaporan kinerja terdapat tiga aplikasi penting yaitu e-Monev Bappenas, SMART Kemenkeu, dan e-Kinerjaku Kemensos.

Pada rakor yang digelar 20-23 November 2019 ini diikuti 118 peserta. Rinciannya, 50 orang peserta dari pusat dan 68 peserta dari perwakilan 34 provinsi dengan masing-masing dua orang setiap provinsi, 1 orang struktural, dan satu aplikator pelaporan.

Ditjen PFM telah menentukan peringkat lima provinsi terbaik dalam pelaksanaan pelaporan, yaitu:
1. Jawa Barat
2. Sumatera Barat
3. Kalimantan Tengah
4. Kalimantan Barat
5. Sulawesi Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *